×

Uh-oh, it looks like your Internet Explorer is out of date.

For a better shopping experience, please upgrade now.

Pengorbanan Hewan Kurban
     

Pengorbanan Hewan Kurban

by Ucu Agustin
 
Pengorbanan Hewan Kurban

by Ucu Agustin

Mengapa sih, manusia selalu saja ingin membunuh binatang? Apa sih susahnya kalau membiarkan binatang berkeliaran? Bukankah binatang juga sama-sana mahluk Tuhan? Mereka juga menginginkan kebebasan! Begitu kata Embi dalam hati.

“Ismail yang anak seorang Nabi saja rela untuk mengorbankan dirinya

Overview

Pengorbanan Hewan Kurban

by Ucu Agustin

Mengapa sih, manusia selalu saja ingin membunuh binatang? Apa sih susahnya kalau membiarkan binatang berkeliaran? Bukankah binatang juga sama-sana mahluk Tuhan? Mereka juga menginginkan kebebasan! Begitu kata Embi dalam hati.

“Ismail yang anak seorang Nabi saja rela untuk mengorbankan dirinya demi Tuhan. Sedangkan kamu yang hanya seekor kambing saja, kenapa kamu lebih mementingkan diri mu dan tidak mau berkorban untuk Tuhan yang telah menciptakan mu?” Tanya pak keling.

“Dengan berkata seperti tadi, seharusnya kamu malu Embi. Hewan Kurban adalah hewan sempurna. Hewan yang di pilih karena berbagai kriteria. Dia harus sehat dan tidak cacat. Telah berusia sekurangnya dua tahun, serta  berbadan bersih dan tidak berpenyakit. Dan kita yang berkumpul disini, semuanya memenuhi persyaratan itu. Kita ini adalah hewan yang terpilih. Berbanggalah! Karena tidak semua hewan dipilih sebagai hewan Kurban” Pak Keling menatap Embi yang kini mulai menundukkan kepalanya.

For additional information on publishing your books on iPhone and iPad please visit www.AppsPublisher.com

Product Details

BN ID:
2940012199942
Publisher:
Apps Publisher
Publication date:
02/23/2011
Sold by:
Barnes & Noble
Format:
NOOK Book
File size:
555 KB

Meet the Author

Ucu Agustin lahir di Sukabumi pada 19 Agustus 1976. Pernah bekerja sebagai wartawan Kantor Berita Radio 68H dan penulis pada sebuah INGO (International non government organization) yang bergerak di bidang transformasi konflik. Cerpen-cerpennya sering dimuat dalam berbagai media di Indonesia.

Setelah sempat menjadi kontributor untuk almarhum Majalah Pantau, kini penulis tergabung dalam Sindikasi Berita Pantau. Bersama beberapa teman, akhir tahun 2004, mendirikan penerbit independen Kebun Ide, dan pada Desember 2005, Ucu Agustin memenangkan “JIFFEST Short Documentary Script Developmnet Competition”. Beberapa waktu yang lalu, ia baru menyelesaikan film dokumenter tentang hari dan detik terakhir sastrawan

Pramoedya Ananta Toer.

For an author bio and photo, reviews and a reading sample, visit www.drom.mobi

Customer Reviews

Average Review:

Post to your social network

     

Most Helpful Customer Reviews

See all customer reviews